Lombok IVF Jadi Ikhtiar Baru RSUD H. Moh Ruslan Mataram Wujudkan Mimpi Memiliki Buah Hati

RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram
(Dok. Kilas NTB)

Mataram, Kilas NTB – Harapan memiliki keturunan tidak selalu datang dengan mudah bagi setiap pasangan. Di balik tingginya angka pernikahan, masih banyak pasangan usia subur yang harus berjuang menghadapi masalah infertilitas atau gangguan kesuburan. Namun akses terhadap layanan reproduksi berbantu selama ini masih terkonsentrasi di kota-kota besar di Indonesia.

Kondisi itu mendorong RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menghadirkan Lombok IVF, layanan fertilitas modern yang menawarkan program bayi tabung dan berbagai metode reproduksi berbantu bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Kehadiran Lombok IVF menjadi langkah baru rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram tersebut dalam memperluas layanan kesehatan reproduksi sekaligus menjawab kebutuhan pasangan yang selama ini harus mengeluarkan biaya besar untuk menjalani program kehamilan di luar daerah.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan infertilitas bukan lagi persoalan yang dapat dipandang sebelah mata. Menurutnya, banyak pasangan membutuhkan akses terhadap teknologi reproduksi modern agar peluang memperoleh keturunan dapat meningkat.

"Infertilitas atau masalah kesuburan bukanlah akhir dari harapan bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Melalui Lombok IVF, kami berupaya menghadirkan layanan reproduksi berbantu yang modern dan berkualitas agar masyarakat NTB dapat memperoleh pelayanan terbaik tanpa harus keluar daerah," katanya.

Menurut berbagai penelitian kesehatan, sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur mengalami gangguan kesuburan. Sayangnya, tidak semua memiliki akses terhadap layanan fertilitas yang memadai karena keterbatasan fasilitas maupun biaya.

Selama ini, pasangan yang ingin menjalani program bayi tabung umumnya harus menuju rumah sakit besar di Jakarta, Surabaya, atau Bali. Selain biaya tindakan medis, mereka juga harus menanggung biaya perjalanan, akomodasi, hingga waktu pendampingan yang tidak sedikit.

Lombok IVF hadir untuk memangkas hambatan tersebut. Layanan yang tersedia mencakup program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung dengan biaya mulai Rp55 juta, Intrauterine Insemination (IUI) atau inseminasi dengan biaya mulai Rp10 juta, serta tindakan sperm retrieval dengan biaya mulai Rp25 juta bagi pasien pria yang memerlukan prosedur khusus untuk mendapatkan sel sperma.

Program bayi tabung dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium hingga terbentuk embrio yang kemudian ditanamkan kembali ke dalam rahim. Metode ini menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami berbagai faktor penyebab infertilitas.

Sementara prosedur inseminasi dilakukan dengan memasukkan sperma yang telah diproses langsung ke dalam rahim pada masa subur untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan. Adapun layanan sperm retrieval diperuntukkan bagi pasien pria yang membutuhkan tindakan medis khusus untuk memperoleh sperma yang dapat digunakan dalam program kehamilan berbantu.

Menurutnya, keberadaan Lombok IVF bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada pasangan yang sedang menjalani program kehamilan.

"Kami ingin memberikan harapan sekaligus solusi yang nyata bagi pasangan yang sedang berjuang mendapatkan keturunan," ujarnya.

Ia menjelaskan, perjalanan mendapatkan buah hati sering kali tidak hanya menguras biaya, tetapi juga energi dan kondisi psikologis pasangan. Karena itu, pendekatan layanan fertilitas harus dilakukan secara komprehensif melalui pemeriksaan, edukasi, konsultasi, hingga pendampingan selama proses terapi. 

"Kami memahami bahwa perjalanan mendapatkan keturunan sering kali membutuhkan perjuangan yang panjang, baik secara fisik, emosional, maupun finansial. Karena itu kami berupaya menghadirkan layanan yang profesional, aman, dan lebih terjangkau sehingga masyarakat NTB memiliki akses yang lebih mudah terhadap teknologi reproduksi modern," katanya.

Selain menyediakan layanan fertilitas, Lombok IVF juga membuka konsultasi gratis bagi pasangan yang ingin mengetahui kondisi kesuburan mereka maupun memperoleh informasi mengenai program yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait layanan Lombok IVF dapat menghubungi WhatsApp 0822-5777-7028. Informasi juga dapat diperoleh melalui kanal media sosial resmi RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram.

Kehadiran Lombok IVF menunjukkan perubahan orientasi layanan kesehatan daerah yang tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga menjawab kebutuhan kesehatan reproduksi yang selama ini kerap terabaikan. Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai, layanan ini diharapkan menjadi pusat fertilitas unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Bagi banyak pasangan yang telah lama menanti kehadiran buah hati, Lombok IVF bukan sekadar layanan kesehatan baru. Program ini menjadi simbol bahwa harapan tetap terbuka, selama ada akses terhadap teknologi reproduksi modern, pendampingan medis yang tepat, dan kemauan untuk terus berjuang.

Sesuai slogan yang diusungnya, "Jangan Menyerah Sebelum Coba Yang Satu Ini", Lombok IVF membawa pesan optimisme bahwa ikhtiar untuk mewujudkan keluarga yang lengkap masih memiliki peluang untuk berhasil melalui dukungan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan yang berkualitas.  (Ha)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama