![]() |
| (Dok. Kilas NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — RSUP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menyiapkan lompatan besar untuk memperkuat posisinya sebagai sentra pendidikan tenaga medis di kawasan timur Indonesia.
Langkah percepatan itu ditandai dengan pelaksanaan verifikasi lapangan Rumah Sakit Pendidikan oleh tim verifikator Kementerian Kesehatan RI pada 29 Mei 2026. Verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan RSUP NTB sebagai pusat pendidikan klinik bagi dokter muda dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., mengatakan penguatan fungsi rumah sakit pendidikan menjadi kebutuhan strategis untuk mempercepat kemandirian tenaga kesehatan di daerah.
“Verifikasi ini bukan semata untuk memenuhi persyaratan sertifikasi. Ini adalah bagian dari komitmen kami memastikan RSUP NTB mampu menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus menjadi tempat belajar yang berkualitas bagi calon dokter dan dokter spesialis,” ujar Asrul.
Menurut dia, transformasi yang sedang dilakukan RSUP NTB tidak hanya menyasar peningkatan mutu layanan kesehatan, tetapi juga membangun lingkungan akademik dan pendidikan klinik yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
Sebagai rumah sakit kelas A dan terakreditasi Paripurna, RSUP NTB kini didukung lebih dari 2.600 tenaga kesehatan dan memiliki 113 jenis layanan medis. Kapasitas tersebut menjadi modal utama untuk memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat rujukan sekaligus pusat pendidikan tenaga medis di NTB.
Dalam proses verifikasi, tim Kementerian Kesehatan melakukan penilaian terhadap lima aspek utama, yakni tata kelola, penyelenggaraan pendidikan, sumber daya manusia, sarana-prasarana, serta sistem penjaminan mutu pendidikan klinik.
Tim juga meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan yang dimiliki RSUP NTB, mulai dari ruang diskusi akademik, laboratorium keterampilan klinik, ruang jaga peserta didik, hingga perpustakaan dan fasilitas pembelajaran lainnya.
Asrul menegaskan seluruh rekomendasi dari tim verifikator akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses pembenahan berkelanjutan di lingkungan RSUP NTB.
“Kami ingin memastikan setiap proses perbaikan benar-benar menghasilkan perubahan yang berdampak terhadap mutu pendidikan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap transformasi RSUP NTB juga datang dari Pemerintah Provinsi NTB. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Ahsanul Halik, mengatakan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memberikan perhatian serius terhadap penguatan RSUP NTB sebagai rumah sakit pendidikan unggulan.
“Kami ingin RSUP NTB terus berbenah, meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola, mengembangkan inovasi, serta tumbuh menjadi rumah sakit pendidikan unggulan yang mampu melahirkan tenaga kesehatan berkualitas dan membanggakan Nusa Tenggara Barat,” ujar Ahsanul.
Menurut dia, semakin kuat kapasitas RSUP NTB sebagai rumah sakit pendidikan, semakin besar kontribusinya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dan memperkuat pengembangan ilmu kedokteran di daerah.
“Apa yang dilakukan RSUP NTB hari ini bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi tentang menyiapkan masa depan kesehatan NTB,” katanya.
Transformasi RSUP NTB dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap tenaga medis dari luar NTB. Kehadiran pusat pendidikan tenaga kesehatan yang kuat juga diharapkan mampu mencetak dokter dan dokter spesialis yang memahami kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat lokal sekaligus memperkuat daya saing layanan medis di kawasan timur Indonesia. (Red)
