![]() |
| Festival Alunan Budaya Pringgasela (Dok. Diskominfotik NTB) |
Lombok Timur, Kilas NTB — Festival Alunan Budaya Pringgasela tak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga terbukti menghasilkan dampak ekonomi. Selama satu dekade penyelenggaraan, festival ini mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp17,1 miliar, menjangkau lebih dari 10 juta penonton, masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama tiga tahun berturut-turut, dan menembus 10 besar event budaya terbaik tingkat nasional.
Data tersebut menjadi sorotan dalam penutupan Festival Alunan Budaya Pringgasela melalui Karnaval Tenun Night Show "Srimananti: The Evolution of Heritage", Sabtu malam, 25 Juli 2026.
Ketua Dekranasda NTB, Bunda Sinta Aghatia M. Iqbal, mengatakan capaian itu tidak lepas dari keterlibatan generasi muda yang berhasil mengemas tenun sebagai warisan budaya menjadi atraksi yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Luar biasa buat anak-anak muda Pringgasela yang terus mempertahankan dan menjaga tenun ini. Ini momen yang sangat berharga. Semoga dapat menginspirasi daerah-daerah lain di NTB," kata Bunda Sinta.
Menurut dia, regenerasi penenun menjadi faktor utama agar tenun tidak berhenti sebagai simbol budaya, tetapi tetap memiliki nilai ekonomi dan mampu menghidupi masyarakat.
Bunda Sinta menegaskan Dekranasda NTB akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, dan para perajin agar tenun Pringgasela semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
"Kita akan bekerja bersama. Dekranasda siap berkolaborasi dengan seluruh pihak agar semangat ini terus tumbuh dan tenun Pringgasela semakin dikenal, dicintai, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhamad Ihwan, menilai kreativitas generasi muda menjadi modal penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata berbasis budaya di Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya memastikan pemerintah daerah akan terus memperkuat Festival Alunan Budaya Pringgasela sebagai agenda unggulan karena terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh posisi Pringgasela sebagai salah satu sentra tenun dan destinasi budaya nasional. (Red)
