Perkuat Mutu Dokter dan Layanan Kesehatan NTB, RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Resmi Jadi Rumah Sakit Pendidikan Utama FK UNIZAR

(Dok. Kilas NTB)

Mataram, Kilas NTB — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat layanan kesehatan di Nusa Tenggara Barat memasuki babak baru. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK UNIZAR) resmi menetapkan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) Tripartit.

Kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan menjadi fondasi strategis yang mengintegrasikan pendidikan kedokteran dengan pelayanan kesehatan. Melalui skema tersebut, mahasiswa kedokteran akan menjalani pendidikan klinis secara langsung di rumah sakit dengan pendampingan dokter spesialis yang berperan sebagai Dosen Pendidik Klinis (DPK).

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc, menegaskan bahwa penunjukan rumah sakit yang dipimpinnya sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan peningkatan mutu layanan dan pendidikan secara bersamaan.

"Status ini bukan hanya sebuah pengakuan, tetapi juga tanggung jawab besar. Kami harus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, sekaligus menghadirkan lingkungan pendidikan klinis yang berkualitas bagi calon dokter," ujarnya, Selasa (28/07/2026).

Menurut dia, rumah sakit pendidikan memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan rumah sakit pelayanan biasa. Selain menjadi tempat pasien memperoleh layanan kesehatan, rumah sakit juga menjadi laboratorium pembelajaran yang membentuk kompetensi, karakter, dan etika profesi dokter masa depan.

"Mahasiswa tidak hanya belajar tentang penyakit, tetapi juga belajar bagaimana memberikan pelayanan yang berempati, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien. Nilai-nilai itulah yang ingin kami tanamkan," katanya.

RSUD H. Moh. Ruslan, kata dr. Eka telah menyiapkan berbagai sarana penunjang pendidikan, mulai dari fasilitas pelayanan, ruang diskusi akademik, hingga keterlibatan dokter spesialis senior dalam proses pembimbingan klinis. Seluruh proses tersebut akan berjalan beriringan dengan komitmen rumah sakit menjaga standar mutu pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam mencetak dokter yang siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

"Rumah sakit dan fakultas kedokteran harus berjalan dalam satu visi. Pendidikan yang baik hanya dapat lahir dari praktik klinis yang berkualitas, sementara pelayanan yang berkualitas juga membutuhkan sumber daya manusia yang terus belajar dan berkembang," ucapnya.

Lebih jauh, ia berharap kemitraan tersebut mampu mempercepat lahirnya dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah.

"Kami ingin lulusan yang lahir dari proses pendidikan di RSUD H. Moh. Ruslan memiliki kompetensi tinggi, adaptif terhadap perkembangan ilmu kedokteran, dan tetap menjunjung tinggi etika profesi. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan merasakan manfaat terbesar dari kolaborasi ini," tuturnya.

Penetapan RSUD H. Moh. Ruslan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama FK UNIZAR dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran di NTB. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan dokter sekaligus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih efektif, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama