PLN Rawat Jaringan Tanpa Padam, Keandalan Listrik NTB Dijaga Jelang HUT RI ke-81

Pemeliharaan dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Mataram pada Kamis, 23 Juli 2026, di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Jeranjang–Sengkol–Mantang (Dok. PLN)

Lombok Tengah, Kilas NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memilih melakukan pemeliharaan jaringan transmisi tanpa memadamkan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan pasokan energi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Langkah itu dilakukan untuk menekan potensi gangguan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berjalan tanpa terganggu.

Pemeliharaan dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Mataram pada Kamis, 23 Juli 2026, di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Jeranjang–Sengkol–Mantang. Pekerjaan difokuskan pada penggantian isolator di Tower 110 menggunakan metode Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) atau pemeliharaan saat jaringan tetap dialiri listrik.

Sebanyak 10 personel PDKB bersertifikat diterjunkan untuk mengerjakan penggantian komponen tersebut tanpa menghentikan pasokan listrik kepada pelanggan.

Langkah ini dinilai krusial karena isolator merupakan salah satu komponen vital pada jaringan transmisi. Seiring usia pemakaian, kualitas isolator dapat menurun akibat cuaca ekstrem, kelembapan, polusi, hingga kontaminasi garam dan debu. Jika dibiarkan, kondisi itu berpotensi memicu kebocoran arus, flashover, bahkan gangguan sistem transmisi.

Manager PLN UPT Mataram, Anung Hermawan, mengatakan metode PDKB menjadi strategi penting agar pemeliharaan tidak mengorbankan kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pemeliharaan menggunakan metode PDKB merupakan langkah strategis dalam menjaga performa jaringan transmisi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan. Penggantian isolator dilakukan tepat waktu agar setiap aset transmisi tetap berada dalam kondisi prima," ujar Anung.

Menurut dia, kondisi aset transmisi yang andal menjadi syarat utama menjaga sistem kelistrikan tetap aman dan berkelanjutan, terutama saat kebutuhan listrik terus meningkat.

PLN mencatat metode PDKB memungkinkan pekerjaan pemeliharaan dilakukan tanpa pemadaman. Dengan demikian, aktivitas rumah tangga, sektor bisnis, layanan publik hingga industri tetap memperoleh pasokan listrik selama proses pekerjaan berlangsung.

General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan keandalan pasokan listrik menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan daerah, bukan sekadar menjaga jaringan tetap beroperasi.

"Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga memastikan masyarakat dapat terus bergerak maju dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal," kata Yondri.

Ia menambahkan, pemeliharaan tanpa padam menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas layanan dapat dilakukan tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan.

"Melalui metode PDKB, PLN menghadirkan keandalan listrik yang berkelanjutan sekaligus menjaga kenyamanan pelanggan. Ini merupakan komitmen kami untuk terus menerangi negeri, memperkuat daya saing daerah, dan mendukung Indonesia yang semakin maju," ujarnya.

Selain mengandalkan metode PDKB, PLN UIW NTB juga terus memperkuat keandalan sistem melalui inspeksi rutin, peremajaan peralatan, serta penerapan teknologi pemeliharaan modern. Strategi tersebut diarahkan untuk meminimalkan risiko gangguan sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama