Bima, Kilas NTB– Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, bantuan modal usaha disalurkan kepada empat perempuan pelaku usaha mikro di Kelurahan Rabangodu Utara, Kota Bima.
Program yang dijalankan Srikandi PLN UP3 Bima pada 29 Juli 2026 itu menyasar perempuan yang menggantungkan nafkah keluarga dari usaha kecil. Bantuan diberikan sebagai tambahan modal agar usaha mereka tetap bertahan sekaligus memiliki peluang berkembang di tengah tekanan ekonomi.
Tidak sekadar menyerahkan bantuan, jajaran Srikandi PLN mendatangi langsung rumah dan lokasi usaha para penerima manfaat. Mereka berdialog mengenai kendala usaha, kebutuhan modal, hingga tantangan yang dihadapi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurut dia, makna kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi upaya nyata yang mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum bagi PLN untuk terus menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi, tetapi juga menggerakkan kehidupan masyarakat," kata Yondri dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026.
Yondri menilai perempuan pelaku UMKM memegang peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. Karena itu, akses terhadap modal dan dukungan pemberdayaan harus terus diperkuat.
"Melalui Srikandi PLN dan YBM PLN, kami ingin memastikan perempuan pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan semakin berdaya," ujarnya.
Ia menegaskan, ketika perempuan mampu mengembangkan usahanya, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Ketika perempuan mampu mengembangkan usahanya, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat sehingga semangat kemerdekaan benar-benar dirasakan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutur Yondri.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Bagi PLN, pemberdayaan ekonomi perempuan dipandang sebagai investasi sosial yang mampu menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui aksi itu, PLN ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya diwujudkan lewat upacara dan simbol, tetapi juga melalui langkah konkret yang memperkuat daya tahan ekonomi keluarga dari tingkat paling bawah.
