Ekspor NTB Melonjak 561 Persen, BPS: Pariwisata dan Mobilitas Masyarakat Ikut Menguat

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Mataram (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram, Kilas NTB – Kinerja ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pertengahan 2026 menunjukkan sinyal kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat nilai ekspor daerah pada semester pertama 2026 melonjak 561,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, diikuti meningkatnya sektor pariwisata, mobilitas masyarakat, serta stabilnya inflasi.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., mengatakan berbagai indikator ekonomi daerah bergerak ke arah positif dan mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus tumbuh.

"Nilai ekspor NTB selama Januari hingga Juni 2026 mencapai US$1,35 miliar atau meningkat 561,24 persen dibandingkan semester pertama tahun 2025," ujar Wahyudin dalam Berita Resmi Statistik (BRS) di Mataram, Senin (3/8/2026).

Menurut dia, lonjakan ekspor tersebut masih ditopang komoditas tembaga hasil industri pengolahan sebagai penyumbang utama. Selain itu, perhiasan dan permata serta komoditas ikan dan udang juga memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor NTB.

"Tujuan utama ekspor NTB antara lain Thailand, Korea Selatan, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat," katanya.

Tak hanya perdagangan luar negeri, sektor pariwisata juga menunjukkan tren yang terus membaik. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 44,86 persen atau meningkat 3,80 poin dibandingkan Mei 2026 dan naik 3,76 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BPS juga mencatat sebanyak 122.516 tamu menginap di hotel berbintang selama Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 77.213 wisatawan domestik dan 45.303 wisatawan mancanegara dengan rata-rata lama menginap mencapai 1,88 hari.

Pergerakan masyarakat menuju NTB juga terus meningkat. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2026 mencapai 1.368.707 perjalanan, naik 2,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 5,71 persen secara tahunan.

"Peningkatan ini dipengaruhi momentum libur sekolah dan aktivitas penjemputan jemaah haji yang mendorong mobilitas masyarakat menuju NTB," ujar Wahyudin.

Kondisi tersebut turut tercermin pada aktivitas transportasi. Penumpang angkutan laut yang datang meningkat 8,66 persen, sedangkan penumpang berangkat naik 6,38 persen dibandingkan Mei 2026.

Pada transportasi udara domestik, jumlah penumpang datang mencapai 107.399 orang atau naik 4,76 persen, sementara penumpang berangkat sebanyak 104.729 orang atau meningkat 2,66 persen. Adapun kedatangan penumpang internasional melonjak 30,98 persen, terutama didorong penerbangan dari Jeddah dan Madinah.

Dari sisi harga, inflasi tahunan NTB pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,01 persen. Sementara secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,35 persen akibat meningkatnya pasokan komoditas hortikultura saat musim panen.

"Deflasi terutama dipengaruhi penurunan harga cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah karena pasokan meningkat," kata Wahyudin.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juli 2026 memang turun 2,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, NTP masih berada pada level 127,83 atau jauh di atas angka 100 yang menjadi indikator kemampuan tukar petani.

"Seluruh subsektor pertanian di NTB juga masih memiliki NTP di atas 100 sehingga secara umum aktivitas usaha tani tetap berada dalam kondisi yang menguntungkan," ujar Wahyudin. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama