![]() |
| Uji praktik langsung di area genset RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram (Dok. Kilas NTB) |
Mataram, Kilas NTB — Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Nusa Tenggara Barat memperkuat standar kompetensi tenaga teknik kelistrikan rumah sakit melalui uji praktik langsung di area genset RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Kamis, 13 Agustus 2026.
Uji praktik tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan yang digelar melalui kolaborasi PERSI Wilayah NTB, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dan PT ELSKA IATKI.
Memasuki hari ketiga, sebanyak 33 teknisi dari berbagai rumah sakit di NTB tidak hanya diuji secara teori. Mereka harus membuktikan kemampuan teknis secara langsung di area pembangkit listrik rumah sakit.
Peserta diuji dalam memahami sistem, mengoperasikan peralatan, hingga menangani aspek keselamatan dan keandalan pembangkit. Uji lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kompetensi teknisi benar-benar sesuai dengan standar yang dibutuhkan rumah sakit.
Ketua PERSI Wilayah NTB sekaligus Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, mengatakan sistem kelistrikan merupakan salah satu penopang utama pelayanan rumah sakit.
“Pekerjaan di bidang kelistrikan memiliki potensi bahaya dan risiko yang sangat tinggi. Karena itu, keselamatan ketenagalistrikan dan keandalan sistem menjadi prioritas mutlak,” kata Eka.
Menurut dia, gangguan kelistrikan di rumah sakit tidak sekadar mengganggu operasional. Dampaknya dapat merembet pada layanan medis yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Karena itu, sertifikasi tenaga teknik kelistrikan tidak boleh berhenti sebagai formalitas administratif. Kompetensi harus dapat dibuktikan melalui kemampuan nyata saat bekerja di lapangan.
“Sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan regulasi administratif. Kompetensi harus benar-benar diterapkan dalam pekerjaan,” ujarnya.
Eka mengatakan teknisi rumah sakit harus memiliki pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja sesuai standar. Kemampuan tersebut dibutuhkan mulai dari pengoperasian hingga pemeliharaan sistem kelistrikan dan pembangkit.
Uji praktik di area genset menjadi salah satu cara memastikan pengalaman kerja peserta benar-benar sejalan dengan kompetensi yang dipersyaratkan.
“Pengalaman harus dibuktikan dengan kemampuan. Tunjukkan seluruh kemampuan dan pengalaman terbaik yang Bapak dan Ibu miliki,” katanya.
Ia juga meminta proses asesmen dilakukan secara objektif, independen, dan transparan. Tim asesor diharapkan tidak menjadikan sertifikasi sekadar prosedur rutin, melainkan benar-benar mengukur kemampuan peserta.
“Kami menitipkan proses uji kompetensi ini agar berjalan objektif, independen, transparan, dan tetap mengedepankan kualitas sesuai standar yang berlaku,” ujar Eka.
Kolaborasi PERSI Wilayah NTB, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dan PT ELSKA IATKI tersebut diharapkan memperkuat kualitas sumber daya manusia bidang ketenagalistrikan di rumah sakit se-NTB.
Sebab, bagi rumah sakit, keandalan listrik bukan sekadar persoalan teknis. Sistem pembangkit yang aman dan tenaga teknisi yang kompeten menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan ketika pasokan listrik utama terganggu. (Fd)
