Kebakaran Hanguskan 75 Rumah Adat, Rekonstruksi Sade Resmi Dimulai

Prosesi Nyemulak menjadi tanda dimulainya pembangunan kembali rumah adat dan Masjid Sade (Dok. Diskomknfotik NTB)

Lombok Tengah, Kilas NTB — Kebakaran meninggalkan kerusakan besar di Kampung Adat Sade. Sebanyak 75 rumah adat dan 69 artshop terdampak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mulai membangun kembali kawasan wisata budaya tersebut.

Namun, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta rekonstruksi tidak dilakukan sekadar mengganti bangunan yang terbakar. Identitas dan karakter Kampung Adat Sade harus tetap dipertahankan.

“Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Wisatawan datang ke Sade karena ingin melihat bangunan yang bercerita tentang budaya masyarakat Sasak serta ritual dan kehidupan yang ada di NTB,” kata Iqbal saat menghadiri prosesi Nyemulak, Kamis (3/9/2026).

Prosesi Nyemulak menjadi tanda dimulainya pembangunan kembali rumah adat dan Masjid Sade. Tradisi masyarakat Sasak Rembitan itu ditandai dengan pemasangan tiang pertama bangunan yang terdampak kebakaran.

Menurut Iqbal, pembangunan Sade harus mengembalikan karakter kawasan sedekat mungkin dengan bentuk dan nilai aslinya. Sebab, daya tarik Sade bukan hanya pada bentuk rumah adat, tetapi juga pada tradisi dan kehidupan masyarakat yang masih terjaga.

“Karena itu, nilai awal Sade harus dikembalikan,” tegasnya.

Iqbal juga meminta segera dibentuk Satgas Rekonstruksi Sade yang melibatkan pemerintah, masyarakat adat, dan pihak terkait. Satgas tersebut akan mengawal proses pembangunan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Persoalan bantuan juga menjadi perhatian. Banyak pihak telah menyatakan keinginan membantu pemulihan Sade. Karena itu, Iqbal mendorong pembentukan rekening bersama agar seluruh bantuan dapat dikelola secara transparan dan dipertanggungjawabkan.

“Banyak pihak yang ingin membantu. Karena itu, bantuan yang masuk harus dikumpulkan dan dikelola secara transparan,” ujarnya.

Di tengah rekonstruksi, Pemprov NTB juga mendorong percepatan pembangunan museum semi permanen. Museum tersebut akan menjadi ruang edukasi sementara bagi wisatawan selama proses pembangunan kawasan adat berlangsung.

“Ketika wisatawan datang, mereka tetap bisa melihat dan memahami bentuk serta cerita tentang Sade. Karena proses rekonstruksi dimulai, kawasan ini tentu harus ditata,” kata Iqbal.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan prosesi Nyemulak menjadi momentum penting untuk memulai kembali pembangunan rumah adat Sasak dan Masjid Sade. Momentum tersebut juga bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan waktu yang terbaik, sehingga pembangunan rumah di Kampung Adat Sade ini dimulai hari ini,” ujar Pathul.

Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade H. Lalu Muh. Faozal mengatakan Nyemulak telah disepakati melalui musyawarah bersama masyarakat Dusun Sade.

“Hari ini merupakan hari baik yang telah disepakati bersama untuk pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid dan Rumah Adat Sade,” katanya.

Selain 75 rumah adat dan 69 artshop, kebakaran juga berdampak pada delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dan dua toilet.

Rekonstruksi akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah bersama masyarakat adat kini menghadapi pekerjaan besar: membangun kembali Sade tanpa menghilangkan identitas budaya Sasak yang menjadi ruh kawasan tersebut. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama