![]() |
| Seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa akhirnya dirujuk ke RSUP NTB (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — Seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa akhirnya dirujuk ke RSUP NTB setelah sempat tertahan akibat persoalan biaya dan administrasi. Intervensi langsung dilakukan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk memastikan proses rujukan tidak kembali terhambat.
Pasien tersebut sebelumnya menjalani perawatan selama lima hari di sebuah rumah sakit di Sumbawa. Berdasarkan evaluasi medis, ia membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Mataram. Namun rujukan tak segera dilakukan karena adanya tunggakan administrasi serta biaya operasional ambulans yang tidak mampu dipenuhi pihak keluarga.
Situasi kian rumit lantaran kepesertaan BPJS Kesehatan pasien tidak dapat digunakan. Persoalan regulasi terkait kronologi kejadian membuat klaim penjaminan tidak dapat diproses sebagaimana mestinya.
Menerima laporan tersebut, Gubernur Iqbal menginstruksikan jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk turun tangan. Pemprov membantu menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan medis, serta menanggung biaya ambulans menuju Mataram. Keluarga pasien juga difasilitasi rumah singgah selama masa perawatan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” ujar Iqbal dalam koordinasi penanganan pasien, Kamis, 27 Februari 2026.
Kini pasien telah tiba di RSUP NTB dan mendapatkan perawatan intensif. Pihak rumah sakit diminta memberikan pelayanan optimal sesuai standar medis.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan klasik dalam sistem rujukan dan pembiayaan kesehatan, terutama ketika regulasi administratif beririsan dengan kebutuhan penanganan darurat.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk responsif dalam situasi krisis kesehatan, seraya memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. (Fd)
