RSUD H. Moh. Ruslan Siapkan Vaksinasi Internasional bagi Calon Jamaah

Tampak depan RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram dari jalan raya (Dok. Istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) — Persiapan ibadah haji kerap dipahami sebatas manasik, dokumen perjalanan, dan kesiapan biaya. Namun satu aspek penting sering luput dari perhatian, yakni kesiapan kesehatan. Padahal, ibadah haji mempertemukan jutaan orang dari berbagai negara dengan risiko penyakit yang berbeda.

Kesadaran inilah yang mendorong RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menyiapkan layanan vaksinasi internasional. Layanan ini ditujukan bagi masyarakat yang bepergian ke luar negeri, baik untuk ibadah haji dan umrah, pendidikan, pekerjaan, maupun wisata, sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan sebelum perjalanan.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati mengatakan, vaksinasi internasional bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan agar aktivitas di luar negeri, termasuk ibadah haji, dapat dijalani dengan aman dan optimal.

“Ibadah haji menuntut kondisi fisik yang kuat. Vaksinasi membantu melindungi jamaah dari penyakit yang berpotensi mengganggu kelancaran ibadah,” kata dr. Eka.

Salah satu vaksin yang wajib bagi jamaah haji dan umrah adalah vaksin meningitis. Penyakit ini mudah menular di tengah kerumunan besar dan menjadi perhatian utama otoritas kesehatan Arab Saudi. Selain itu, jamaah juga dianjurkan mendapatkan vaksin pendukung lain seperti influenza, polio, dan hepatitis, sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan.

Vaksinasi internasional bagi jamaah disertai penerbitan International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICVP) atau buku kuning. Dokumen ini menjadi bukti resmi yang diakui secara internasional dan kerap menjadi syarat keberangkatan ke negara tujuan.

“ICVP menunjukkan bahwa seseorang telah dipersiapkan secara medis untuk melakukan perjalanan internasional, termasuk ibadah di lingkungan dengan risiko kesehatan tinggi,” ujar dr. Eka.

Menurut dia, masih banyak calon jamaah yang baru mencari vaksinasi menjelang keberangkatan. Padahal, beberapa vaksin memerlukan waktu tertentu agar perlindungannya bekerja secara optimal.

Selain melindungi individu, vaksinasi perjalanan juga berperan mencegah penularan penyakit lintas negara. Mobilitas global yang tinggi membuat kesiapan kesehatan menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama.

RSUD H. Moh. Ruslan juga akan memberikan edukasi kesehatan perjalanan. Edukasi ini mencakup persiapan fisik sebelum berangkat, menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh selama perjalanan, hingga mengenali gejala gangguan kesehatan saat berada di luar negeri.

“Menjaga kesehatan adalah bagian dari kesiapan perjalanan, apa pun tujuannya,” kata dr. Eka.

Dari sisi fasilitas, rumah sakit menyiapkan ruang khusus vaksinasi internasional dengan sistem penyimpanan vaksin berstandar rantai dingin untuk menjamin mutu dan keamanan vaksin. Proses pencatatan dan validasi data dilakukan secara ketat agar dokumen kesehatan yang diterbitkan sah dan akurat.

Terkait pembiayaan, dr. Eka menjelaskan layanan vaksinasi internasional bersifat mandiri karena tidak termasuk cakupan BPJS Kesehatan. Meski demikian, kepesertaan BPJS tetap diwajibkan sebagai perlindungan kesehatan secara umum.

Ia berharap layanan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perjalanan ke luar negeri, termasuk ibadah haji, membutuhkan persiapan menyeluruh, tidak hanya administratif tetapi juga kesehatan.

“Ikhtiar kesehatan adalah bagian dari ikhtiar perjalanan yang aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Saat ini, RSUD H. Moh. Ruslan masih mematangkan aspek teknis layanan. Informasi mengenai jadwal operasional, jenis vaksin, serta mekanisme pelayanan akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama