![]() |
| Jembatan Meninting Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Dok. Polres Lombok Barat) |
Lombok Barat (Kilasntb.com) — Dua wanita kakak beradik nekat melompat ke sungai dari Jembatan Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (16/4/2026) sore. Keduanya berhasil diselamatkan warga dalam kondisi selamat.
Peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan keluarga. Kedua korban diketahui berinisial ASR (23) dan SS (21), warga asal Kota Cimahi, Jawa Barat, yang kini tinggal di Desa Meninting.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WITA saat keduanya terlibat adu mulut di tempat tinggal mereka di Dusun Presak. Usai pertengkaran, SS meninggalkan rumah dan berjalan menuju kawasan minimarket di dekat SPBU Meninting.
Kekasih SS sempat berupaya membujuknya untuk kembali, namun tidak berhasil. Ia kemudian meminta bantuan ASR untuk menjemput. Saat keduanya mencari SS, korban sudah berada di atas Jembatan Meninting.
Tak lama kemudian, SS tiba-tiba melompat ke sungai. Melihat kejadian itu, ASR ikut terjun diduga untuk menolong adiknya.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melakukan pertolongan dan berhasil mengevakuasi kedua korban dari sungai.
Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Prioritas kami memastikan keselamatan korban serta mengamankan lokasi agar tidak terjadi kemacetan di sekitar jembatan,” kata Krisna, Jumat (17/4/2026).
Sekitar pukul 17.30 WITA, kedua korban dibawa ke Puskesmas Meninting menggunakan kendaraan warga untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya tidak mengalami luka serius, hanya luka lecet. Namun, kondisi psikologis SS dilaporkan belum stabil.
“Untuk SS, direkomendasikan mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSJ Mutiara Sukma Mataram karena kondisi emosionalnya,” ujar Krisna.
Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Meninting dengan pendampingan aparat kepolisian dan rekan-rekannya.
Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan spekulasi terkait kejadian tersebut demi menjaga privasi korban serta mendukung proses pemulihan. (Red)
