BSI Salurkan KPR Rp 819 Miliar untuk 2.385 Nasabah, Program 3 Juta Rumah Dipacu

Kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan KUR Perumahan yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Graha Bhakti Praja Conference Center, Lombok Barat (Dok. Istimewa)

Lombok Barat (Kilasntb.com) — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) sebesar Rp 819 miliar kepada 2.385 nasabah sejak program pembiayaan perumahan dijalankan pemerintah. Nilai tersebut setara sekitar 60 persen dari kuota pembiayaan yang disiapkan pemerintah untuk mendukung program 3 juta rumah.

Data itu disampaikan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan KUR Perumahan yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Graha Bhakti Praja Conference Center, Lombok Barat, Selasa, 19 Mei 2026.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah terus mempercepat akses pembiayaan agar masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah memperoleh rumah layak huni. Menurut dia, sinergi pemerintah dan sektor perbankan diperlukan untuk memperluas jangkauan pembiayaan perumahan rakyat.

“Kolaborasi pemerintah dan perbankan harus diperkuat supaya pembiayaan perumahan semakin luas, mudah diakses, dan tepat sasaran bagi masyarakat,” kata Maruarar.

Selain pembiayaan KPP, realisasi penyaluran kredit program perumahan melalui BSI secara nasional mencapai Rp 799,11 miliar. Sementara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), nilai penyaluran kredit program perumahan tercatat sebesar Rp 43,82 miliar.

BSI juga mencatat realisasi penyaluran kredit program perumahan di NTB sebagai bank penyalur mencapai Rp 315,7 miliar. Hingga April 2026, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 1.201 unit rumah di daerah tersebut.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan perseroan siap menambah kuota pembiayaan guna mempercepat program prioritas nasional di sektor perumahan.

“Kami mendukung inisiasi pemerintah khususnya Kementerian PKP dalam program prioritas nasional 3 juta rumah dan untuk penyaluran ini kami siap untuk ditambah kuotanya,” ujar Bob.

Di tengah tekanan ekonomi global, BSI mencatat total aset mencapai Rp 460 triliun pada 2026 dengan pertumbuhan laba sebesar 17,1 persen. Pemerintah berharap dukungan pembiayaan perbankan syariah dapat mempercepat realisasi hunian layak dan terjangkau di berbagai daerah Indonesia. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama