![]() |
| Kegiatan Safety Briefing daring yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) yang diikuti seluruh UP3 se-NTB (Dok. PLN) |
Mataram, Kilas NTB – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Selaparang menegaskan komitmennya terhadap budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui partisipasi dalam Safety Briefing daring yang digelar PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Rabu.
Kegiatan yang diikuti seluruh UP3 se-NTB itu menjadi forum penguatan disiplin keselamatan bagi pegawai, petugas operasional, hingga tenaga alih daya yang setiap hari berhadapan langsung dengan risiko pekerjaan kelistrikan.
Manager PLN UP3 Selaparang, Seno Wuryanto, menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan nilai utama yang harus menjadi budaya kerja setiap insan PLN.
"Keselamatan merupakan nilai utama yang tidak dapat ditawar dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan pekerja," kata Seno dalam keterangannya.
Menurut dia, setiap personel harus memahami potensi risiko yang ada di lapangan sebelum menjalankan pekerjaan. Pemahaman tersebut dinilai menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan kerja sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
"Melalui safety briefing ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami potensi risiko di lapangan serta menerapkan prosedur kerja yang aman, sehingga dapat memberikan pelayanan kelistrikan yang andal kepada masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan," ujarnya.
Dari Lombok Timur, kegiatan diikuti jajaran PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selong yang dipimpin langsung oleh Manager ULP Selong, Bangkit Candra Wijaya, bersama petugas lapangan dan tenaga alih daya.
Bangkit menilai safety briefing rutin menjadi sarana penting untuk menjaga kewaspadaan seluruh petugas yang bekerja di sektor kelistrikan, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
"Setiap pekerjaan kelistrikan memiliki potensi risiko. Karena itu, kepatuhan terhadap prosedur K3 harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap aktivitas kerja, baik bagi pegawai maupun mitra kerja," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan penerapan budaya keselamatan tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga oleh kesadaran individu dan pengawasan yang konsisten di lapangan.
PLN mencatat bahwa kolaborasi antara manajemen, petugas operasional, dan mitra kerja menjadi faktor penting dalam membangun budaya keselamatan yang kuat. Pendekatan tersebut sejalan dengan target perusahaan untuk mewujudkan prinsip zero accident dalam setiap aktivitas operasional.
Melalui safety briefing yang digelar secara berkala, PLN UIW NTB berharap budaya K3 semakin tertanam di seluruh unit kerja. Upaya itu dinilai penting untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan pasokan listrik tetap andal dan berkualitas bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Bagi PLN, keselamatan kerja bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kelistrikan kepada pelanggan. (Red)
