![]() |
| (Sumber. Istimewa) |
Mataram, Kilas NTB — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke terus diperkuat di Kota Mataram. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Mataram bersama RSUD H. Moh. Ruslan menyiapkan ribuan kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi gejala stroke secara dini di lingkungan masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Workshop Mataram Siaga Stroke (F.A.S.T Heroes) yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Mataram, Kamis (18/6). Sebanyak 150 kader PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan organisasi perempuan mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan mengenali tanda-tanda awal stroke sehingga pasien dapat segera memperoleh pertolongan medis.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Noviani Danar Kinnastri, S.Sos., mengatakan bahwa peran kader sangat penting karena mereka menjadi kelompok yang paling dekat dengan masyarakat hingga tingkat lingkungan dan keluarga.
Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami gejala awal stroke sehingga sering menganggapnya sebagai keluhan kesehatan biasa. Akibatnya, pasien terlambat mendapatkan penanganan yang seharusnya dilakukan sesegera mungkin.
“Workshop ini program edukasi yang sangat bagus. Saya berharap kader PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan bisa menjadi heroes atau pahlawan dalam mengenali gejala stroke sejak awal,” ujarnya
Ia menjelaskan, kondisi seperti tubuh mendadak lemas, kesemutan pada salah satu sisi tubuh, gangguan bicara, maupun penurunan kesadaran sering kali tidak disadari sebagai gejala stroke.
“Sering kali kita menganggap itu hanya lemas biasa, kesemutan biasa, atau kurang darah. Padahal bisa jadi itu gejala stroke yang membutuhkan penanganan cepat,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali metode F.A.S.T, yakni Face, Arm, Speech, dan Time, sebagai panduan sederhana untuk mengenali tanda stroke dan mengambil tindakan cepat sebelum pasien mengalami kondisi yang lebih berat.
Ia menegaskan, program edukasi tersebut tidak boleh berhenti pada 150 peserta yang mengikuti workshop. Ia meminta seluruh kader yang hadir menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada kader lainnya maupun masyarakat.
“Saya tidak ingin kegiatan ini berhenti pada 150 kader yang hadir hari ini. Kota Mataram memiliki lebih dari 2.000 kader PKK yang harus mendapatkan pemahaman yang sama. Karena itu, ilmu yang diperoleh hari ini harus diteruskan dan disebarluaskan,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh Ketua TP PKK Kecamatan menindaklanjuti program tersebut melalui kegiatan sosialisasi di wilayah masing-masing agar pesan deteksi dini stroke dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan bahwa peningkatan literasi kesehatan masyarakat merupakan salah satu langkah penting untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.
Menurut dr. Eka, pasien stroke memiliki masa emas penanganan atau golden period kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Pada periode tersebut, peluang pasien untuk pulih dan terhindar dari kerusakan otak permanen jauh lebih besar apabila segera mendapatkan layanan medis.
“Kesadaran masyarakat terhadap tanda dan gejala stroke harus terus ditingkatkan. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, RSUD H. Moh. Ruslan telah mengembangkan layanan stroke terpadu yang mencakup penanganan pra-rumah sakit, pelayanan medis di rumah sakit, hingga rehabilitasi pasien. Atas komitmen tersebut, rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram itu memperoleh penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization bersama Angels Initiative.
Kolaborasi TP PKK Kota Mataram dan RSUD H. Moh. Ruslan diharapkan mampu membangun jaringan kader kesehatan yang kuat hingga tingkat keluarga. Dengan melibatkan lebih dari 2.000 kader PKK yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mataram, upaya deteksi dini stroke diharapkan semakin efektif sehingga lebih banyak nyawa dapat diselamatkan dan risiko kecacatan akibat stroke dapat ditekan. (Fd)
