YBM PLN NTB Salurkan Bantuan untuk Guru Ngaji dan Penyandang Disabilitas di Lombok

(Dok. PLN)

Mataram, Kilas NTB — Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan kepada guru ngaji dan penyandang disabilitas di Pulau Lombok. Bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN itu menyasar 18 guru ngaji di Kabupaten Lombok Tengah serta seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Lombok Timur.

Sebanyak 18 guru ngaji menerima bantuan yang tersebar di tiga kecamatan di Lombok Tengah, yakni Janapria, Kopang, dan Pringgarata. Program tersebut ditujukan sebagai bentuk penghargaan terhadap peran guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Di Lombok Timur, YBM PLN menyerahkan bantuan kursi roda kepada seorang penyandang disabilitas di Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan mobilitas penerima manfaat sehingga lebih mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang tidak hanya terbatas pada layanan kelistrikan.

“PLN ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui YBM PLN, amanah zakat, infak, dan sedekah pegawai kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Sri Heny Purwanti.

Menurut Heny, para guru ngaji memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda, sementara penyandang disabilitas membutuhkan dukungan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan penerima manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berkontribusi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

YBM PLN selama ini mengelola dana sosial yang dihimpun dari pegawai PLN untuk berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Penyaluran bantuan kepada guru ngaji dan penyandang disabilitas menjadi salah satu upaya memperluas manfaat dana tersebut kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Heny menegaskan, PLN akan terus mendorong program sosial yang berkelanjutan dan tepat sasaran di Nusa Tenggara Barat.

“Keberadaan PLN tidak hanya sebagai penyedia listrik. Kami ingin menjadi bagian dari pembangunan sosial masyarakat melalui program-program yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya. (Fd)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama